Nasib Bangsaku


Nasib Bangsaku


Gejolak reformasi membahana di kalbumu

Impian hidup layak menjadi lenteramu

Kemakmuran menjadi nyanyian hidupmu

Tapi apa yang terjadi?

Sepuluh tahun reformasi telah berlalu

bangsaku tetap sengsara

bahkan lebih melarat.

Kini mereka bertanya,

sampai kapan kami harus begini?

tak ada yang dapat menjawab

semua diam

membisu

bagai tentara yang diterjang peluru.

Karya :  Susandi

Tahun 2006

Iklan

2 Komentar

  1. Hernando Papu said,

    Pak,aku sala seorang mahasiswa bapak di IKIP BUDIUTOMO jurusan bahasa Indonesia angkatan 2009,setelah membaca sedikitnya 10 karya karya bapak saya merasa begitu terdorong untuk menjadi seseorang setidaknya satu tingkat dibawah bapak.
    Saya begitu terkesan atas karya karya bapk yang begitu khas dan sangat begitu kritis terutama kata kata dalam puisi Nasib bangsaku ini.
    Mungkin bapak bisa membagi pengalaman kepada saya bagaimana memilih dan menggunakan kata kata yang begitu kritis dalam membuat karangan.
    Terima kasih.

    • susandi said,

      Terima kasih atas pujiannya. Untuk mampu dalam menggunakan kata-kata kritis kuncinya cuma satu yaitu banyak membaca. Jika anda banyak membaca maka Anda bisa menguasai banyak kosa kata dan jika Anda menguasai banyak kosa kata maka Anda akan mampu memilih diksi yang sesuai untuk puisi Anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: